Egidio
Manifesto kami

Ancaman yang dipahami
menjadi perlindungan.

Teknologi berubah.

Sifat manusia, tidak.

Setiap tahun, penipuan berevolusi.

Platform baru bermunculan.

Model AI baru muncul.

Aplikasi baru menggantikan yang lama.

Nama-nama baru menjadi tren.

Namun di balik setiap penipuan, ada satu hal yang tak berubah selama berabad-abad.

Seorang manusia.

Setiap serangan dirancang untuk satu sistem operasi saja.

Pikiran manusia.

Rasa takut. Urgensi. Otoritas.

Ketamakan. Cinta. Harapan. Rasa ingin tahu. Kepercayaan.

Penipu tidak menyerang ponsel.

Mereka tidak menyerang WhatsApp. Mereka tidak menyerang Telegram. Mereka tidak menyerang e-mail.

Mereka menyerang orang.

Teknologi hanyalah senjatanya.

Sasarannya selalu sama.

Anda.

Sebagian besar produk keamanan mengejar penipuan kemarin.

Mereka menghafal nomor telepon.

Mereka memasukkan domain ke daftar hitam.

Mereka mengenali pesan yang sudah pernah dilihat.

Namun penipu tidak mengulangi diri mereka.

Mereka beradaptasi. Mereka berganti nama. Mereka berpindah. Mereka berevolusi.

Setiap hari.

Kami memilih jalan lain.

Alih-alih bertanya: « Pesan apa ini? »

Kami bertanya: « Manipulasi apa ini? »

Sebab manipulasi bertahan melewati setiap revolusi teknologi.

Platform berubah.
Psikologi, tidak.

Egidio dibangun di atas satu keyakinan sederhana.

Melindungi orang lebih penting daripada menyortir pesan.

Kami tidak membangun filter.

Kami membangun pemahaman.

Setiap notifikasi. Setiap panggilan.

Setiap percakapan. Setiap interaksi menceritakan sebuah kisah.

Sebagian besar aplikasi melihat kejadian yang terpisah-pisah.

Egidio melihat sebuah kampanye.

Sebagian besar aplikasi mendeteksi spam.

Egidio memahami niat.

Privasi bukanlah sebuah fitur.

Itu adalah sebuah prinsip.

Percakapan Anda adalah milik Anda.

Keputusan Anda adalah milik Anda.

Data Anda adalah milik Anda.

Keamanan tidak seharusnya menuntut pengawasan.

Itulah sebabnya kecerdasannya berjalan di perangkat Anda.

Bukan di perangkat kami.

Kami percaya masa depan keamanan siber bukan hanya kecerdasan buatan.

Itu adalah kecerdasan manusia.

Memahami mengapa orang bisa termanipulasi.

Memahami bagaimana kepercayaan berubah menjadi senjata.

Memahami bagaimana emosi berubah menjadi jalur serangan.

Teknologi akan terus berubah.

Psikologi manusia, tidak.

Di situlah kami memilih untuk berdiri.

Egidio tidak melawan spam.

Egidio melawan manipulasi.

Bukan hanya satu platform. Semua platform.

Bukan hanya satu bahasa. Semua bahasa.

Bukan hanya satu negara. Semua negara.

Sebab penipuan tidak mengenal batas.

Perlindungan pun, seharusnya tidak mengenalnya.

Kami tidak ingin menjadi pemblokir panggilan terbesar.

Kami ingin menjadi rujukan dunia untuk memahami dan mencegah manipulasi digital.

Ini baru permulaan.

Serangan akan terus berevolusi.

Kami pun begitu.

Manusia akan tetap berada di pusatnya.

Selalu.

Melindungi orangnya.
Selebihnya akan mengikuti.

— Tim Egidio

Keyakinan ini, ada di saku Anda.

Coba Egidio — gratis