Egidio
Hitungan · harga vs kerugian

Ini biaya Egidio. Ini biaya penipuan.

Dua kolom angka, bersumber, disandingkan begitu saja. Bukan argumen otoritas — hanya hitungan, yang bisa Anda ulangi sendiri.

Unduh Egidio

Sebelum angka-angka, sebuah tes

Tiga pesan nyata. Untuk masing-masing, tentukan: penipuan, atau asli? Jawab dengan jujur, seolah-olah Anda menerimanya di ponsel Anda sendiri.

WhatsApp · dari keluarga
Halo Bu, ini aku 😊 HP-ku rusak, ini pakai nomor teman dulu. Bisa simpan nomor ini? Malam ini aku harus bayar tagihan mendesak tapi kartu ATM-ku keblokir karena HP baru, bisa pinjemin Rp300.000 dulu? Besok pagi aku kembaliin, janji 🙏
Penipuan

Tidak ada salah ketik, tidak ada link, tidak ada tekanan agresif — hanya kasih sayang dan sedikit masalah logistik. Ini persis format penipuan "anak/keluarga dalam kesulitan": nomor baru, permintaan uang yang masuk akal, ajakan berdasarkan kepercayaan keluarga, bukan ketakutan. Tidak ada yang bisa "dikenali" dalam arti klasik — justru itulah yang membuatnya efektif.

SMS · "JNE"
JNE: Paket Anda gagal dikirim karena ada biaya bea cukai tertunda Rp15.000. Bayar sekarang untuk menghindari pengembalian paket: jne-pengiriman-paket.com/bayar
Penipuan

Jebakannya ada di detail kecil, mudah terlewat di layar ponsel: jne-pengiriman-paket.com alih-alih domain asli jne.co.id. Nada pesan, format, logika biaya kecil — semuanya terasa masuk akal. Ini persis pola yang sudah lama diperingatkan Bareskrim Polri sebagai salah satu smishing paling umum di Indonesia.

SMS · bank Anda
BCA: Transaksi Rp350.000 di SHOPEE pada 25/07 terdeteksi. Apakah ini Anda? Balas YA atau TIDAK. Kami tidak pernah meminta PIN atau kata sandi lewat SMS.
Asli

Pesan ini nyata — bank memang mengirim peringatan penipuan persis dalam format ini, dan secara eksplisit menyebutkan tidak akan pernah meminta PIN atau kata sandi. Setelah dua jebakan, godaannya adalah menolak semuanya — itu juga tidak berhasil. Baik kepercayaan buta maupun kecurigaan total sama-sama tidak bisa diandalkan. Itulah masalah sebenarnya.

Di sini Anda sudah diperingatkan, tenang, di halaman yang memberi tahu ada tes. Pesan asli datang Selasa jam 6 sore, saat Anda sedang melakukan hal lain, dan tidak pernah memberi tahu dulu.

"Nanti juga diganti sama bank"

Ini asumsi paling umum — dan paling tidak bisa diandalkan. Bank hanya wajib mengganti kerugian jika terbukti ada kelalaian di pihak bank. Tapi jika nasabah sendiri yang memberikan OTP atau kode kepada penipu — seperti pada penipuan berbasis manipulasi — bank tidak berkewajiban mengganti sama sekali, meski OJK tetap akan meninjau kasusnya.

Proses pengaduan, dalam praktiknya

20 + 20 hari kerja waktu maksimal bank untuk menanggapi pengaduan tertulis, bisa diperpanjang 20 hari kerja lagi jika perlu investigasi pihak ketiga — sebelum OJK bahkan mulai memproses POJK 22/2023, prosedur pengaduan konsumen
Jika dana sudah ditarik tunai peluang pengembalian sangat kecil — kecepatan pelaporan adalah faktor penentu, karena bank hanya bisa membekukan dana yang belum berpindah OJK, panduan pelaporan penipuan online

Perbandingan langsung

Harga Egidio

TahunanRp119.000
Keluarga (4 orang)Rp239.000

Jika Anda yang menopang semuanya — anak-anak di satu sisi, orang tua yang menua di sisi lain — lihat mengapa mode Keluarga ada justru untuk posisi ini: generasi sandwich.

Seumur hidupRp359.000

Kerugian akibat penipuan

≈ Rp17 juta Kerugian rata-rata per korban, penipuan belanja online Total kerugian Rp1,3 triliun, data Indonesia Anti Scam Center — Kepala OJK Jember Aris Budiman, media briefing 18/06/2026
Rp402,5 miliar Kasus nyata: skema investasi robot trading bodong "Net89", 2.388 korban dari 10 laporan polisi Bareskrim Polri, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus, rilis 16/08/2023
Rp9,1 triliun Total kerugian masyarakat akibat penipuan online yang dilaporkan ke OJK/IASC (per 14/01/2026), sekitar 1.000 laporan per hari OJK — Friderica Widyasari Dewi, Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen, dipublikasikan 16/06/2026

Panggung ketakutan

Rekor yang tidak ada yang ingin memilikinya — dan mereka yang memilikinya pun tidak pernah menginginkannya.

Rp9,1 triliun Total kerugian masyarakat akibat penipuan online yang dilaporkan ke OJK/IASC — sekitar 1.000 laporan per hari. Bukan kasus tunggal, tapi sebuah sistem. OJK, dipublikasikan 16/06/2026
Tingkat pengungkapan 23% dari kasus penipuan online yang ditangani Bareskrim Polri — sebagian besar terhambat sulitnya melacak pelaku yang memakai identitas palsu. Bareskrim Polri, data 2025
25,6 juta $ Seorang karyawan perusahaan teknik di Hong Kong awalnya curiga itu phishing — dan baru menyerah setelah panggilan video di mana semua orang yang hadir, termasuk direktur keuangan, ternyata deepfake AI. Kehati-hatiannya bukan gagal karena lengah — justru dibalikkan untuk menyerangnya. Arup, 2024 — polisi Hong Kong, Trend Micro

Angkanya bukan intinya. Intinya adalah, setiap orang di atas, sehari sebelumnya, mengira hal ini hanya terjadi pada orang lain.

Hitungannya, dipaparkan

Kita ambil angka paling kuat yang tersedia — rata-rata resmi, bukan kasus ekstrem — lalu kita biarkan angka itu bicara.

Tahun perlindungan

Satu korban penipuan belanja online, dengan kerugian rata-rata Rp17 juta, setara dengan:

Rp17.000.000 ÷ Rp119.000 (paket Tahunan)
143 tahun perlindungan Egidio

Persentase yang dibalik

Dilihat dari sisi lain: paket Tahunan hanya setara

Rp119.000 ÷ Rp17.000.000 × 100
0,7% dari kerugian rata-rata satu korban penipuan
Rp164
per hari, per orang terlindungi — mode Keluarga, 4 orang, Rp239.000/tahun (239.000 ÷ 4 ÷ 365)

Perlindungan untuk seluruh keluarga, seharga segelas kopi

Rp239.000 per tahun untuk 4 orang, itu setara Rp19.917 per bulan untuk seluruh keluarga (239.000 ÷ 12) — harga segelas kopi per bulan, dibagi untuk 4 orang. Orang tua Anda, sering kali paling rentan menjadi sasaran penipu, terlindungi dalam paket yang sama dengan Anda.

Untuk perbandingan harian: paket Tahunan setara sekitar Rp326 per hari (119.000 ÷ 365).

Apa yang ditunjukkan angka ini, dan apa yang tidak. Tidak ada perlindungan yang mutlak — tidak ada alat yang bisa menjamin tidak akan ada penipuan yang lolos. Yang ditunjukkan hitungan ini adalah asimetrinya: biaya puluhan tahun perlindungan tetap lebih kecil dibanding kerugian rata-rata satu serangan yang berhasil. Asimetri inilah — bukan janji tanpa cela — yang membenarkan harganya.

Dan kerugian rata-rata itu hanya bagian yang terlihat: lihat apa yang sebenarnya terjadi setelah penipuan — penggantian yang tidak pasti, birokrasi, waktu tunggu, dan peluang keadilan yang sebenarnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa harga Egidio?
Rp119.000 per tahun, Rp239.000 per tahun untuk mode Keluarga (4 orang), atau Rp359.000 sekali bayar untuk paket Seumur Hidup (harga peluncuran).

Berapa kerugian rata-rata korban penipuan online di Indonesia?
Tergantung jenis penipuannya. Untuk penipuan belanja online, kerugian rata-rata tercatat sekitar Rp17 juta per korban (2026). Jenis lain, seperti skema investasi bodong, bisa mencapai jumlah yang jauh lebih besar pada kasus-kasus individual yang terdokumentasi.

Mode Keluarga melindungi berapa orang?
4 orang dalam satu paket, seharga Rp239.000 per tahun.